05.53
Diposting oleh ejah gi ng-blog

ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN TABUNGAN PADA BANK KONVENSIONAL DAN SYARIAH

Dalam hal ini saya mengambil sebuah judul tersebut dalam Penelitian Ilmiah yang saya buat

Alasan kenapa saya tertarik mengambil judul tersebut sebagai Penelitian Ilmiah saya

Pertama saya melihat begitu pesatnya perkembangan perbankan di Indonesia

Tak mau ketinggalan sekarang ini pun ada yang namanya Bank Syariah dimana pada bank tersebut menggunakan prinsip syariah dalam melakukan kegiatan operasionalnya

Apalagi sekarang ini begitu banyaknya minat masyarakat yang lebih tertarik untuk menyimpan uangya di Bank, baik di bank syariah maupun bank konvensional

Oleh karena itu saya tertarik untuk melakukan penelitian tersebut

Karena dalam penelitian ini saya akan membandingkan pendapatan tabungan dari masing - masing bank tersebut

Dalam hal ini saya bukannya mau membandingkan bank mana yang lebih baik untuk para nasabah menyimpan uangnya

Melainkan untuk mengetahui pendapatan tabungan yang didapat oleh nasabah dari masing - masing bank tersebut

Seperti yang kita ketahui kalau pada bank konvensional mengenal yang namanya "Bunga"

Sedangkan pada bank syariah tidak mengenal yang namanya "Bunga" melainkan "Nisbah" atau sistem bagi hasil

Berbedanya sistem tersebut menjadikan adanya juga perbedaan dalam hal perhitungan pendapatannya

Oleh karena itu saya tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang perbedaan sistem perhitungan pendapatan dari masing - masing bank tersebut


03.51

Crocs Gives Discount up to 70%

Diposting oleh ejah gi ng-blog

Siapa si yang tidak mengenal Crocs....???
Buat sebagian orang yang tinggal di kota besar seperti Jakarta mungkin sudah mengenalnya. Sepatu Crocs memang cukup digemari oleh kaum metropolis yang suka akan desain unik tapi tetap elegan. Sepatu karet asal Amerika Serikat ini memang memberikan kenyamanan bagi penggunanya karena sangat ringan sekali dikenakan dan harganya pun relatif terjangkau. Apalagi sekarang ini sedang ada event tahunan yang di adakan oleh salah satu pusat perbelanjaan di bilagan Senayan. bekerja sama dengan HSBC Crocs memberikan penawaran khusus untuk penyukanya untuk berbondong - bondong ke acara tersebut. Tak tanggung - tanggung Crocs memberikan diskon hingga 70%. Pesta diskon sepatu Crocs digelar di selama lima hari di Senayan City. Ada 80 ribu pasang sepatu Crocs yang ditawarkan kepada para pemburu sepatu karet.
Pesta diskon sepatu karet sel tertutup ini berlangsung sejak 20 April dan berakhir hari ini 24 April. Produk alas kaki asal Amerika Serikat seharga Rp 300-750 ribu itu diobral dengan tiga jenis potongan harga 30, 50, dan 70 persen. Acara ini merupakan pengulangan program serupa yang berlangsung April 2009 lalu. Saat itu tersedia sekitar 70.000 pasang sepatu yang sebagian besar adalah model dari musim lalu. Harga yang ditawarkan mulai Rp 120.000 - Rp 300.000. Diperkirakan saat promo berlangsung ketika itu, terjadi transaksi sekitar Rp 18,6 miliar!
Antrean panjang terjadi sepanjang hari selama pesta diskon berlangsung. Antrean mencapai puluhan meter. Para pembeli pun harus rela antrea berjam-jam untuk mendapatkan produk obral itu. Tahun lalu, banyak penggemar Crocs sudah mengantre sebelum mal Senayan City dibuka. Banyak yang kecewa karena antrean dibatasi sampai pukul 18.00. Pada hari pertama, antrean mencapai 2 kilometer dan perlu waktu lima jam untuk sampai ke hall lantai 8, Senayan City. Pada hari ketiga, antrean tak juga surut. Pengunjung harus mengantre 4 jam untuk bisa sampai ke pintu hall lantai 8. Belum lagi ketika harus antri di depan kasir.

06.15

Biografi Adam Smith

Diposting oleh ejah gi ng-blog

Biorafi Adam Smith

John Adam Smith (lahir di Kirkcaldy, Skotlandia, 5 Juni 1723 – wafat di Edinburgh, Skotlandia, 17 Juli 1790 dalam umur 67 tahun), adalah seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern. Karyanya yang terkenal adalah buku An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations) adalah buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. Adam Smith adalah salah satu pelopor sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini muncul pada abad 18 di Eropa Barat dan pada abad 19 mulai terkenal disana.


Kemakmuran Negara (Wealth of Nations) dan yang lebih kecil pengaruhnya Teori Moral Sentimen, telah menjadi titik awal untuk segala pertahanan atau kritik atau bentuk kapitalisme, yang terpenting dalam tulisan Marx dan ekonomi manusia. Karena kapitalisme laissez-faire seringkali dihubungkan dengan keegoisan tak terkontrol, ada gerakan baru yang menekankan filosofi moral Smith, dengan fokus simpati kepada seseorang.

Ada beberapa kontroversi tentang keaslian Kemakmuran Negara Smith; beberapa orang menyangkal hasil kerjanya hanyalah tambahan biasa kepada kerja pemikir seperti David Hume dan Baron de Montesquieu. Dan, banyak teori-teori Smith hanya menggambarkan trend sejarah menjauh dari mercantilisme, menuju perdagangan-bebas, yang telah berkembang selama beberapa dekade, dan telah memiliki pengaruh yang nyata dalam kebijakan pemerintah. Namun begitu, buku ini mengorganisasi pemikiran-pemikiran mereka secara luas, dan tetap menjadi suatu buku yang paling berpengaruh dan penting dalam bidangya sekarang ini.

Biografi

Adam Smith dikenal luas dengan teori ekonomi '"laissez-faire" yang mengumumkan perkumpulan di abad 18 Eropa. Smith percaya akan hak untuk mempengaruhi kemajuan ekonomi diri sendiri dengan bebas, tanpa dikendalikan oleh perkumpulan dan/atau negara. Teori ini sampai pada proto-industrialisasi di Eropa, dan mengubah mayoritas kawasan Eropa menjadi daerah perdagangan bebas, membuat kemungkinan akan adanya pengusaha. Dia juga dikenal sebagai "Bapak Ekonomi".

[sunting] Pendidikan

Pada umur 13, Smith memasuki Universitas Glasgow, dimana dia belajar filosofi moral dibawah"si orang yang tidak boleh dilupakan" (sebagaimana Smith memanggilnya) Francis Hutcheson. Di sini, Smith mengembangkan keinginan kuatnya akan kebebasan, akal sehat, dan kebebasan berpendapat. Tahun 1740 dia dianugrahi Snell exhibition dan memasuki Kampus Balliol, Oxford, tetapi seperti William Robert Scott katakan, "Universitas Oxford dalam masanya memberikan sedikit jika bantuan manapun yang diberikan apa yang harusnya merupakan kerja seumur hidupnya," dan dia meninggalkan universitas itu tahun 1746. Dalam Buku ke V dari The Wealth of Nations, Smith berkomentar pada instruksi kualitas rendah dan aktivitas intelektual yang berjumlah sedikit dibandingkan dengan di Skotlandia. komentarnya ditujukan pada orang-orang yang dianugerahi kekayaan dari kampus-kampus Oxford dan Cambridge, dimana membuat pemasukan dari para profesor tidak berdasarkan pada kemampuan mereka untuk menarik murid, dan pada fakta bahwa orang-orang yang menyaru sebagai men of letters bisa menikmati kehidupan lebih nyaman dari mentri di Church of England.

[sunting] Karir di Edinburgh dan Glasgow

Tahun 1748 Smith memulai menguliahi umum di Edinburgh dibawah bimbingan Lord Kames. Sebagian dari perkuliahannya menyinggung retorika dan belles-letters, tetapi nantinya dia akan mengambil subyek dari "kemajuan dari kesejahteraan," dan nantinya, di pertengahan atau akhir abad duapuluh, dimana dia pertamakalinya mengemukakan filosofi ekonomi dari "sistem yang jelas dan sederhana dari kebebasan alamiah" dimana dia menyatakan hal tersebut ke khalayak dalam buku karangannya The Wealth of Nations. Pada sekitar tahun 1750 dia bertemu filusuf David Hume, yang merupakan seniornya terpaut sepuluh tahun. Hubungan dan kesamaan opini yang dapat ditemukan dalam detil dari tulisan mereka mencakup sejarah, politik, filosofi, ekonomi, dan agama menandakan bahwa mmereka berdua memiliki persekutuan intelektual yang dekat dan persahabatan dibanding orang lain yang mana akan memerankan peran penting selama Pencerahan di Skotlandia.[1], dia merutinkan The Poker Club dari Edinburgh.

Tahun 1751 Smith ditunjuk sebagai ketua dewan logika di Universitas Glasgow, dipindahkan tahun 1752 ke Dewan filosofi moral Glasgow, pernah ditinggali oleh gurunya yang terkenal, Francis Hutcheson. Kuliahnya mencakup etika, retorika, jurispundens, politik ekonomi, dan "polisi dan keuntungan". Tahun 1759 dia menerbitkan Teori dari Sentimen Moral, memasukan sebagian kuliahnya di Glasgow. Karya ini, yang membangun reputasi Smith masa itu, menjelaskan bagaimana komuikasi manusia bergantung pada simpati antara agen dan penonton (itu, sang individual dan anggota masyarakat yang lain). Analisanya pada evolusi bahasa terkadang superfisial, seperti yang ditunjukkan 14 tahun kemudian oleh penelitian yang lebih dalam pada bahasa primitif oleh Lord Monboddo[2]. dalam karyanya berjudul Asal Muasal dan Perkembangan Bahasa kapasitas Smith akan pengaruh, persuasif, atau argumen retorikal, lebih banyak dalam buktinya. Dia mendasarkan penjelasannya tidak, seperti Lord Shaftesbury ketiga dan Hutcheson lakukan pada "kepentingan moral", juga tidak seperti Hume pada utilitarianisme, tetapi berdasarkan atas simpati.

Smith sekarang memulai memberi perhatian lebih pada jurisprudensi dan ekonomi di dalam kuliahnya dan sedikit pada teorinya tentang moral. Kesan yang didapatkan sama ke pengembangan ide-idenya pada ekonomi politik dari catatan kuliahnya oleh seorang mahasiswa sekitar tahun 1763 yang nantinya diedit oleh Edwin Cannan[3], dan membentuk apa yang Scott, penemu dan penerbitnya, mendeskripsikannya sebagai "Bagian dari Draft Wealth of Nations", yang bertanggal sekitar 1763. Karya Cannan muncul sebagai Kuliah dalam Keadilan, Polisi, Pajak dan Senjata. Sebuah versi lebih lengkap diterbitkan sebagai Kuliah dalam Jurispundensi di edisi Glasgow tahun 1976.

Tur Perancis

pada 1762 senat akademik dari Universitas Glasgow bertemu dalam titel Doktor Hukum Smith. Pada akhir 1763, dia mendapatkan tawaran menggiurkan dari Charles Townshend (yang dikenalkan ke Smith oleh David Hume), untuk mengajar anak tirinya, Duke of Buccleuch. Smith akhirnya pensiun dari keprofessorannya dan dari 1764-66 berkelana bersama muridnya, kebanyakan di Perancis, dimana dia datang untuk menemui pemimpin intelektual seperti Turgor, Jean D'Alembert, Andre Morrelet, Helvetius dan, khususnya, Frangois Quesnay, kepala dari Sekolah Psiokrat yang karyanya dihormati oleh Smith sangat tinggi. Dalam perjalanan pulangnyake Kirkaldy Smith dipilih menjadi anggota Royal Society dari London dan dia mendedikasikan kebanyakan sepuluh tahun berikutnya pada magnum opusnya, The Wealth of Nations, yang muncul tahun 1776. Buku tersebut diterima dengan baik dan membuat sang pengarang terkenal.

Tahun-Tahun Akhir

Tahun 1778 Smith ditunjuk untuk menduduki pos sebagaikomisioner untuk cukai di Skotlandia dan hidup bersama ibunya di Edinburgh. Tahun 1783 dia menjadi salah satu pendiri Royal Society of Edinburgh dan dari tahun 1787 sampai 1789 dia mendaat posisi kehormatan Lord Rektor Universitas Glasgow. Dia meninggal di edinburgh pada 17 Juli 1790 karena sakit keras dan dikuburkan di Canogatw Kirkyard.

Eksekutor literatur Smith ialah dua orang teman lama dari akademi dunia Skotlandia, fisikawan dan kimiawan Joseph Black, dan geolog pionir James Huton. Smith meninggalakan banyak catatan dan material yang tidak dipublikasikan, tetapi memberi instruksi untuk menghancurkan apapun yang tidak pantas dipublikasikan. Dia menyebut History of Astronomy cocok, dan muncul pada tahun 1795, bersama material lain, sebagai Essay on Philoshopical Objects.

Pengikut kontemporer Adam Smith termasuk John Millar

Karakter Pribadi dan Pandangan-Pandangan

Sangat sedikit yang diketahui tentang Adam Smith selain dari apa yang bisa dideduksi dari karya-karyanya yang sudah diterbitkan. Semua paper pribadinya sudah dihancurkan setelah kematiannya. Dia tidak menikah dan sepertinya mempertahankan hubungan dekat dengan ibunya, dimana dia tinggal setelah pulang dari Perancis dan mendahului kematian Smith hanya 6 tahun berselang. Kesaksian kontemporer menjelaskan Smith sebagai eksentrik tetapi intelektual yang dermawan dan ramah, kepikunan yang komikal, dengan kebiasaan yang berulang tentang pidato dan memberi senyuman yang "ramah tanpa ekspresi."[4] Kesabarannya disebut memiliki nilai penting dalam pekerjaannya sebagai administrasi Glasgow. Setelah kematiannya ditemukan bahwa sebagian besar pendapatannya disumbangkan secara rahasia olehnya.

Telah terjadi beberapa debat terhadap pandangan relijius dari Adam Smith. Ayahnya memiliki ketertarikan besar pada Kekristenan [5] dan merupakan sayap moderat dari gereja Skotlandia (gereja nasional di Skotlandia sejak 1690). Smith mungkin pergi ke Inggris untuk meniti karir didalam Gereja Inggris: pernyataan ini kontroversial dan bergantung pada status eksibisi Snell. Di Oxford, Smith menolak Kristen dan dipercaya kalau dia pulang ke Skotlandia sebagai Deis.

Ekonom Ronald Coase, bagaimanpun, telah menantang pandangan kalau Smith merupakan seorang Deist, menyatakan bahwa, ketika SMith mungkin dihubungkan sebagai "Arsitek Besar Alam Semesta", sarjana lain telah "jauh melebih-lebihkan perluasan sampai dimana Adam Smith telah memasuki sebuah keyakinan dalam sebuah Tuhan Pribadi". Dia mendasari analisa ini dari sebuah remark dalam The Wealth of Nations dimana Smith menulis kalau keingintahuan umat manusia tentang "fenomena luarbiasa dari alam" seperti "generasi, kehidupan, pertumbuhan dan kematian dari tanaman dan binatang" telah membuat manusia untuk "memasukkannya dalam akal sehat mereka". Coase mencatat observasi Smith dimana: "Takhayul pertama-tama ditujukkan untuk memenuhi keingintahuan, dengan menghubungkan semua penampakan menakjubkan pada agensi tentang Tuhan". Bagaimanapun, kepercayaan ini tidak bertentangan dnegan Deisme, sebuah sistem kepercayaan yang memegang ide sekptis tentang Tuhan pribadi.

Karya

Tidak lama sebelum kematiannya Smith menghancurkan nyaris semua manuskrip miliknya. Pada tahun terakhirnya dia sepertinya telah merencanakan dua keterilmuan besar, satu dalam teori dan sejarah hukum dan satu dalam ilmu sains dan kesenian. Terbitan setelah kematiannya Essays on Philoshopical Subjects (1795) mungkin berisi bagian dari apa yang akan menjadi pembelokan selanjutnya.

The Wealth of Nations menjadi berpengaruh karena telah dengan keras membuat bidang ekonomi dan perkembangannya kedalam disiplin yang sistematis dan berdiri sendiri. Dalam dunia barat, masih dibincangkan kalau ini merupakan buku paling berpengaruh dalam subyek tersebut yang pernah diterbitkan. Ketika buku tersebut menjadi manifestasi klasik melawan merkantilisme (teori dimana cadangan besar dari logam mulia merupakan keharusan bagi suksesi ekonomis), muncul di tahun 1776, ada kesadaran kuat untuk perdagangan bebas baik di Inggris maupun Amerika. Perasaan baru ini telah dilahirkan dari kesusahan keadaan ekonomi dan kemiskinan yang diakibatkan oleh Perang kemerdekaan Amerika. Bagaimanapun, pada saat publikasinya, tidak semua orang lantas yakin pada kelebihan perdagangan bebas: publik dan parlemen di Inggris masih memakai sistem merkantilisme untuk beberapa tahun kedepannya.

The Wealth of Nations juga menolak pernyataan Psiokrat dalam pentingnya lahan, malah, Smith percaya bahwa buruh merupakan proritas tinggi, dan pembagian buruh akan berakibat pada kenaikan signifikan pada produksi. Smith memakai contoh dengan pembuatan jepitan. Satu pekerja bisa membuat duapuluh pin sehari. Tapi jika sepuluh orang dibagi menjadi delapanbelas langkah yang diperlukan membuat sebuah jepitan, mereka bisa membuat 48.000 jepitan dalam sehari. Nations sangat sukses, dan faktanya, hal ini mengakibatkan pengosongan sekolah ekonomi yang lebih tua dan ekonom lebih muda, seperti Thomas Malthus dan David Ricardo, fokus dalam memperbaiki teori Smith kedalam apa yang akan dikenal sebagai ekonomi klasik. Baik ekonomi modern dan, secara terpisah, ekonomi Marxisan bergantung sekali pada ekonomi klasik. Malthus mengembangkan ruminasi Smith dalam overpopulasi, sedangkan Ricardo percaya pada "hukum besi upah" - dimana ledakan populasi bisa mencegah upah melewati tingkat yang rasional. Smith memberi solusi pada kenaikan upah dengan kenaikan produksi, pandangan yang dianggap lebih akurat sekarang ini.

Satu dari poin utama The Wealth of Nations adalah pasar bebas, ketika penampilannya kacau dan tidak teratur, sebenarnya dipandu untuk membuat nilai yang benar dan bermacam barang oleh "tangan-tangan tak terlihat" (sebuah imej yang dipakai Smith dalam Teory of Moral Sentiments, tetapi pertamakali dipakai dalam esai miliknya, "Sejarah Astronomy"). Jika sebuah kelangkaan produk terjadi, misalnya, maka harganya naik, membuat marjin keuntungan yang membuat insentif bagi yang lain untuk masuk ke produksi tersebut, dan mengatasi kelangkaan. Jika terlalu banyak produsen yang msauk ke pasar, kompetisi yang meningkat diantara para manufaktur dan kenaikan penawaran akan menurunkan harga di produk tersebut sampai titik dimana harga produksinya, harga natural. Bahkan jika keuntungan sampai kosong pada "harga natural", maka akan ada insentif untuk memproduksi barang dan jasa, dan semua ongkos produksi, termasuk kompensasi untuk buruh pemilik, juga dimasukkan dalam harga barang jual. Jika harga jatuh dibawah keuntungan kosong, produsen akan keluar dari pasar, jika mereka berada diatas keuntungan kosong, produsen akan masuk ke pasar. Smith percaya kalau motif manusia seringkali egois dan tamak, kompetisi dalam pasar bebas akan bertujuan menguntungkan masyarakat seluruhnya dengan memaksa harga tetap rendah, dimana tetap membangun dalam insentif untuk bermacam barang dan jasa. Selain itu, dia cemas akan pebisnis dan melawan formasi monopoli.

Smith dengan keras menyerang pembatasan antik oleh pemerintah dimana dia pikir batasan tersebut memundurkan ekspansi industri. Faktanya, dia menyerang hampir semua bentuk intervensi pemerintah dalam proses ekonomi, termasuk tarif, berpendapat bahwa hal tersebut membuat inefisiensi dan harga tinggi pada jangka panjang. Teori ini kemudian dikenal dengan "laissez-faire", yang berarti "biarkan mereka lakukan", mempengaruhi legislastif pemerintah di tahun-tahun berikutnya, khususnya selama abad ke 19. (Bagaimanapun dia tidak melawan pada pemerintahan. Smith menganjurkan edukasi publik bagi orang dewasa miskin, sistem institusional yang tidak non laba untuk industri swasta, judisiari, dan pasukan berdiri.)

Dua dari kutipan yang paling terkenal dan paling sering digunakan dalam The Wealth of Nations adalah:

Inggris

It is not from the benevolence of the butcher, the brewer, or the baker that we expect our dinner, but from their regard to their own interest. We address ourselves, not to their humanity but to their self-love, and never talk to them of our own necessities but of their advantages.

As every individual, therefore, endeavours as much as he can both to employ his capital in the support of domestic industry, and so to direct that industry that its produce may be of the greatest value; every individual necessarily labours to render the annual value of society as great as he can. He generally, indeed, neither intends to promote the public interest, nor knows how much he is promoting it. By preferring the support of domestic to that of foreign industry, he intends only his own security; and by directing that industry in such a manner as its produce may be of the greatest value, he intends only his own gain, and he is in this, as in many other cases, led by an invisible hand to promote an end which was no part of his intention. Nor is it always the worse for the society that it was no part of it. By pursuing his own interest he frequently promotes that of society more effectually than when he really intends to promote it. I have never known much good done by those who affected to trade for the public good. It is an affectation, indeed, not very common among merchants, and very few words need be employed in dissuading them from it.

Indonesia

Bukanlah kebaikan dari tukang daging, tukang bir, atau tukang roti yang kita harapkan pada makan malam kita, tetapi kepedulian mereka pada kepentingan mereka sendiri. Kita mengenalkan diri kita, tidak pada kemanusiaan mereka tetapi pada kecintaan mereka pada diri sendiri, dan tidak pernah bicara pada mereka atas keperluan kita tetapi untuk keuntungan mereka.

Sebagaimana setiap individu, maka, mengusahakan sebanyak apa yang ia bisa sehingga ia bisa menggunakan modal miliknya dalam mendukung insutri dalam negeri, dan juga untuk mengarahkan industri yang produksinya mungkin merupakan nilai terbesar, setiap individu buruh yang diperlukan untuk memasang nilai yang tepat dari masyarakat sebaik yang ia bisa. Dia secara umum tidak mempromosikannya untuk kepentingan publik, tidak juga tau sebanyak apa dia mempromosikannya. Dengan memprefrensikan dukungan dari dalam negeri ke industri asing, dia bertujuan hanya untuk keamanan dirinya sendiri, dan dengan mengarahkan industri tersebut dalam sikap dimana produksinya merupakan nilai terbesarnya, dia hanya memikirkan keuntungan dirinya sendiri, dan dia dalam hal ini, seperti kasus lainnya, dipandu oleh tangan-tangan tak terlihat untuk menghasilkan sebuah akhir dimana akhir tersebut bukan bagian dari tujuannya. Tidak juga selalu merupakan yang lebih buruk bagi masyarakat yang mana hal tersebut bukan merupakan bagian darinya. Dengan mengejar keuntungan dirinya sendiri secara berkala dia secara teratur menghasilkan apa yang berakibat bagi masyarakat lebih dari yang ia perkirakan akan hasilnya. Saya tidak pernah bertemu banyak kebaikan yang terjadi dengan siapapun yang berdagang dalam barang publik. Ini merupakan emosi yang kuat, sebenarnya, tidak begitu umum diantara para pedagang, dan sangat sedikit kata-kata yang bisa digunakan untuk meyakinkan tidak melakukan hal tersebut pada mereka.

Kutipan favorit lain, yang biasanya digunakan oleh ekonom, juga dari The Wealth of Nations adalah:

Inggris

People of the same trade seldom meet together, even for merriment and diversion, but the conversation ends in a conspiracy against the public, or in some contrivance to raise prices. It is impossible indeed to prevent such meetings, by any law which either could be executed, or would be consistent with liberty and justice. But though the law cannot hinder people of the same trade from sometimes assembling together, it ought to do nothing to facilitate such assemblies; much less to render them necessary.

Indonesia

Orang-orang dari perdagangan yang sama terkadang bertemu bersama, bahkan untuk bersenang-senang dan perpisahan, tetapi percakapannya akan berakhir dengan konspirasi melawan publik, atau dalam hal tertentu untuk menaikkan harga. Mustahil sebenarnya untuk mencegah pertemuan seperti ini, dengan hukum manapun yang akan ditimpakan, atau akan konsisten dengan kebebasan dan keadilan. Tetapi dengan hukum tidak bisa menghindarkan masyarakat dari perdagangan yang sama untuk terkadang bertemu bersama,itu seharusnya tidak berakibat apapun untuk memfasilitasi pertemuan seperti itu, lebih kurang untung membuat mereka dibutuhkan.

Kutipan yang kritis tapi jarang digunakan dalam The Wealth of Nations adalah:

Inggris

The subjects of every state ought to contribute towards the support of the government, as nearly as possible, in proportion to their respective abilities; that is, in proportion to the revenue which they respectively enjoy under the protection of the state. The expense of government to the individuals of a great nation is like the expense of management to the joint tenants of a great estate, who are all obliged to contribute in proportion to their respective interests in the estate. In the observation or neglect of this maxim consists what is called the equality or inequality of taxation.

Indonesia

Subyek dari tiap negara harus memberi kontribusi melalui dukungan ke pemerintah, sedekat mungkin, dalam proporsi ke kemampuan mereka, yaitu, proporsi ke pendapatan dimana mereka menikmati hal tersebut dibawah perlindungan negara tersebut. Pengeluaran dari pemerintah ke perorangan dari negara besar seperti pengeluaran dari manajemen ke tenant besar dari sebuah kediaman besar, diamana semuanya diwajibkan untuk menyumbang dalam proporsi dari kepentingan mereka dalam negara tersebut. Dalam pengamatan atau penolakan dari pernyataan tersebut mengandung apa yang disebut sebagai kesetaraan dalam perpajakan.

Herbert Stein, dalam artikel yang sering dikutip, "Adam Smith tidak memakai dasi Adam Smith," menulis kalau masyarakat yang memakai dasi Adam Smith melakukannya "untuk membuat pernyataan dari kesungguhan mereka ke ide atas pasar bebas dan pemerintahan yang terbatas. Apa yang keluar di WofN, bagaimanapun, merupakan santo panutan mereka yang tidak murni atau mendoktrin idenya. Dia memandang intervensi pemerintah dalam pasar dengan sikap skeptis yang tinggi. Dia peduli dengan eksposisinya dari kebaikan pasar bebas dimana kontribusi utamanya kepada kebijakan, dan tujuan untuk analisaekonominya dikembangkan."

Belum juga dia bersiap-siap atau mengajukan kualifikasi ke kebijakan tersebut dalam kasus tertentu dimana dia menilai bahwa efek jaring mereka akan menguntungkan dan tidak akan merusak apa yang pada dasarnya berkarakter bebas dalam sistem," tulis Stein. "Dia tidak memakai dasi leher Adam Smith." Dalam bacaan Stein, The Wealth of Nations bisa memberikan penjelasan masuk akal pada Administrasi Pangan dan Obat-obatan, Komisi Keamanan Produk Konsumen, kelebihan dari kewenangan kesehatan pekerja, enviromentalism, dan "pajak diskriminasi untuk mengurangi kebiasaan tidak penting dan bermewah-mewah

"Masalah Adam Smith"

Dalam The Wealth of Nations Smith mengklaim kalau kepentingan pribadi sendiri (dalam pengaturan institusional yang berimbang) bisa menuju pada hasil yang menguntungkan dari segi sosial. Tetapi di dalam Teory of Moral Sentiments-nya Smith berpendapat kalau simpati dibutuhkan untuk mencapai hasil yang secara sosial menguntungkan. Didalam permukaannya hal itu berwujud keadaan kontradiksi.

Ekonom August Oncken menghubungkan ke hal ini di Jerman sebagai das 'Adam Smith-Problem'[8]. Ekonom Austria Joseph Schumpeter juga memberi perhatian tentang ini cenderung kontradiksi dengan karya Smith dalam komentarnya.

Adam Smith sendiri tidak melihat adanya kontradiksi, sejak ia memproduksi sebuah edisi yang sudah direvisi dari Moral Sentiments setelah publikasi dari Wealth of Nations. Keduanya dalam kisaran idenya bisa ditemukan di Lectures of Jurispundence. Di tahun belakangan kebanyakan murid dari karya Adam Smith bersilang pendapat bahwa tidak ada kotradiksi yang terjadi. Didalam Theory of Moral Sentiments, Smith mengembangkan sebuah teori dari psikologi dimana tiap perorangan dalam masyarakat menemukannya didalam kepentingan pribadi mereka untuk mengembangkan simpati sebagaimana mereka mencari penghargaan dari apa yang ia sebut "penonton imparsial". Kepentingan pribadi yang ia sebut bukanlah keegoisan sempit tetapi sesuatu yang melibatkan simpati.

Sebagian pembaca dari The Wealth of Nations mengasumsikan bahwa ketika Smith berbicara mengenai "kepentingan pribadi" dia memaksudkan hal tersebut sebagai keegoisan. Walaupun pada konteks tertentu, seperti membeli dan menjual, simpati secara umum tidak harus dimasukkan, Smith membuat hal tersebut jelas dimana dia melihat keegoisan sebagai suatu hal yang tak pantas, jika tidak amoral, dan pelaku kepentingan pribadi memiliki simpati ke orang lain. Dalam Theory of Moral Sentiments Smith berpendapat kalau kepentingan pribadi dari pelaku manapun termasuk kepentingan dari bagian lain dari masyarakat, karena opini yang diperbagus secara sosial dari tidakan yang pantas dan tidak pantas pentingnya mempengaruhi kepentingan dari individu sebagai anggota dari masyarakat. Konteks ini juga juga berguna karena Adam Smith melawan ide dari korporasi, atau "perusahaan saham gabungan".

Dalam kasus manapun, Adam Smith sepertinya percaya kalau sentimen moral dan kepentingan pribadi akan menambah pada hal yang sama. Satu garis yang mungkin dari alasan tersebut dia mungkin telah sampai pada tahap kesimpulan seperti: tangan-tangan tak terlihat tidak bisa beroprasi jika tidak ada masyarakat, untuk mengawali sebuah konstruksi awal pembagian sosial dari buruh, dan, efisiensi yang datang dengan manifestasinya. Sekarang untuk masyarakat untuk eksis, keadilan merupakan kondisi yang dibutuhkan (yang mana disebut dalam karya Smith Theory of Moral Sentiments). Untuk keadilan berada didalam latar sosial manapun, individu harus mematri keinginan dari penghargaan dan kemarahan yang dikendalikan oleh rasa menghargai dan tidak menghargai juga nyaris secara eksklusif dihasilkan oleh simpati manusia. Kesimpulannya, tangan-tangan tak terlihat dari pasar adalah, pada tingkat tertentu, diwakilkan atas kemampuan dari manusia untuk bersimpati: kepentingan pribadi dari Smith merupakan harmoni dengan opini dari simpati.

Pengaruh

The Wealth of Nations salah satu usaha terawal untuk mempelajari bangkitnya industri dan perkembangan ekonomi di Eropa, merupakan pengawal ke disiplin akademis modern dari ekonomi. Ini memberi salah satu rasional intelektual paling dikenal untuk perdagangan bebas dan kapitalisme, mempengaruhi secara luas tulisan ekonom selanjutnya.

Ada beberapa kontroversi atas perluasan dari keaslian Smith dalam Wealth of Nations. Beberapa berpendapat kalau karya tersebut menambah hanya sedikit dari ide yang sudah ada sebelumnya dari Anders Chydenius (The National Gain 1765), David Hume dan Baron de Montesquieu. Sebenarnya, banyak dari teori Smith hanya menjelaskan tren sejarah dari merkantilisme dan menuju perdagangan bebas dimana telah dikembangkan selama beberapa dekade dan memiliki pengaruh signifikan dalam kebijakan pemerintah. Bagaimanapun, karya Smith merangkum ide mereka secara komperhensif, dan juga menjadi salah satu buku paling berpengaruh dan penting saat ini dalam bidang ekonomi.

Smith berada di peringkat 30 di Daftar orang paling berpengaruh-nya Michael H. Hart.

Dari 13 Maret 2007 kesana potret Smith muncul dalam £ 20 baru. Dia merupakan orang Skotlandia pertama yang ditampikan dalam mata uang tersebut oleh Bank of England.[9] Gambar dari nota ini tersedia di bwebsite Bank of England [2]

Pada 25 Juni 2006, dimana Warren Buffet mengumumkan kalau dia akan menyumbangkan kekayaannya ke The Bill and Melinda Gates Foundation, dia dihadiahi salinan dari Wealth of Nations Adam Smith oleh Bill Gates.[10]

Adam Smith merupakan insipirasi dari grup konservatif dari Missouri, Adam Smith Foundation.

Karya Besar

* The Theory of Moral Sentiments (1759)
* An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776)
* Essays on Philosophical Subjects (diterbitkan setelah 1795)
* Lectures on Jurisprudence (diterbitkan setelah 1976)

sumber : http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biorafi-adam-smith.html

06.02

SUNGAI DI DASAR LAUT.....?????

Diposting oleh ejah gi ng-blog


Ada sungai di dasar laut...???
Aneh memang rasanya bila hal tersebut benar benar ada
Saat ini dalam dunia maya dan media elektronik televisi dihebohkan Informasi adanya “Sungai di Dasar Laut”. Cenote Angelita, Meksiko terdapat sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan. Benarkah terdapat sungai di bawah laut seperti yang dihebohkan itu ?
Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang. “Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida,” kata Anatoly.
Suasana di dasar laut itu itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan dengan pemandangan pepohonan di sekelilingnya. Sungguh sangat menakjubkan bila mengamati foto dan videonya. Tapi jangan percaya begitu saja, ternyata warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.
Namun tentu saja, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, namun nampak seperti sungai. Biasanya gas itu terkumpul di dasar laut sampai mereka meledak dengan mendadak. Saat gas itu mencapai ke permukaan, kombinasi hidrogen dengan oksigen yang membentuk air membuat sulfur putih padat membentuk lapisan endapan ke dalam lautan,yang membuat hidrogen sulfida menjadi racun alami buat ikan,tapi pengaruh buruk bagi manusia masih belum jelas diketahui.
Mengapa hidrogen sulfida bisa berwujud sungai di dasar laut adalah karena pengaruh berat jenis zat tersebut. hidrogen sulfida memiliki berat jenis yang lebih berat dari pada campuran air laut (natrium sulfida, dll). Hal ini dpt dibayangkan seperti minyak dengan air dimana tingkatan berat jenisnya minyak, air tawar, air laut, dan baru campuran hidrogen sulfida diatas. hidrogen sulfida karena berat jenis yang lebih besar akan cenderung mengumpul didasar lautan. inilah yang tampak seperti alur sungai di atas.

sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com

21.14

kartu kredit = kartu setan .....?????

Diposting oleh ejah gi ng-blog

Kartu Kredit = Kartu Setan

Sekarang ini siapa sih yang tidak mengenal yang namanya Kartu Kredit. Mungkin bila diadakan sebuah penelitian dari 10 orang yang tinggal di Kota besar seperti Jakarta, 9 orang dari 10 mungkin sudah memiliki berbagai jenis kartu kredit dengan tujuan yang berbeda. Ada yang tujuan untuk keperluan transaksi sehari – hari dengan alasan keefektifan, ada yang digunakan sebagai alat transaksi pada saat berlibur ke luar negeri bagi para pecinta traveling, dan ada juga yang hanya dijadikan sebagai koleksi dengan alasan tuntutan mengikuti gaya hidup di kota besar.

Sebenernya apapun alasan dan tujuan mereka sah – sah saja. Namun apa jadinya jika para pemegang kartu kredit ini tidak dapat meng-handle segala masalah yang dihadapi nantinya, misalnya pemeganga tidak mampu membayar tagihan utang atas pemakaian kartu kreditnya. Paling tidak enak bila kita memiliki utang kartu kredit. Mengingat interest-nya saja tidak rela. Walaupun demikian, sayang rasanya untuk kita tidak menggunakannya. Disaat satu kartu sudah lunas terbayar, kita sudah langsung menggunakannya lagi untuk berbelanja. Dan mungkin bagi sebagian orang mulai berani untuk membeli barang – barang dengan harga yang selangit. Bahkan percaya atau tidak tidak sedikitpun bagi mereka yang memiliki kartu kredit menggunakan kartu tersebut untuk ongkos dugem. Setelah itu karena dirasa satu kartu saja tidak cukup, mereka berani untuk menerima tawaran dari sales bank untuk membuat satu kartu kredit lagi. Dan ahirnya, kita merasa dikejar – kejar utang disaat kita tidak mampu membayar tagihannya.

Sebenarnya masalah tersebut tidak akan mengganggu pikiran anda jika kalian komit terhadap perjanjian yang sebelumnya telah tersepakati antara pihak bank dengan pengguna. Namun sering kali kita sering kali memaksakan kehendak diluar harapan kita. Sebenarnya kesalahan dalam menggunakan kartu kredit berawal dari pertama kali kita membuatnya. Dan berikut kesalahan selanjutnya yang dialami oleh para pengguna kartu kredit yang menjeratnya ke dalam utang:

1. Memiliki satu atau lebih kartu kredit di dalam dompet

Buat sebagian orang mungkin memiliki banyak kartu kredit di dalam dompetnya merupakan sesuatu yang mempunyai nilai precious . Secara hidup di kota besar hal tersebut sangatlah lumrah. Di sisi lain dengan kita memiliki banyaknya kartu kredit di dalam dompet kita, hal ini dapat menunjang kita dalam hal berbelanja. Kita merasa lebih confidence untuk berbelanja banyak karena kita merasa didukung oleh banyaknya kartu kredit yang berbeda – beda. Padahal dengan kita menggunakan banyak kartu kerdit, menyulitkan kita untuk melacak berapa pengeluaran kita.

2. Jarang menggunkannya, tapi kok meningkatkan limit kartu kredit..?

Sebelumnya hal ini terjadi mungkin dikarenakan proses pelunasan tagihan kartu kredit anda yang sering kali dilunasi tepat waktu. Sehingga pihak bank merasa anda memiliki kemampuan dan kepercayaan untuk terus menggunakan kartu kredit. Karena alasan tersebut sring kali anda dihubungi pihak bank yang menawarkan peningkatan limit kartu kredit anda. Dan ahirnya anda termakan oleh bujuk rayuan sales bank tersebut dengan menyetujuinya untuk meningkatkan limit kartu kredit anda. Namun pada kenyataanya anda bukanlah seorang yang pecinta traveling, kenyataanya pun anda hanya traveling pada saat mudik hari raya saja. Disamping itu anda pun juga buka seorang tipe yang fine dining, belanja pun sring kali kebablasan jika anda hanya saat berada di department store saja. Jadi untuk apa meningkatkan limit kartu kredit anda jika kartu kredit anda pun jarang digunakan. Yang ada anda hanya menambah beban biaya saja seperti minimum payment.

3. Terlambat melunasi tagihan kartu kredit

Pada dasranya masalah ini sering kali dialami oleh para pemegang kartu kredit. Yang ahirnya menyebabkan bertambahnya biaya yang harus anda lunasi dikarenakan timbulnya denda maupun bunga akibat dari telatnya anda melunasi tagihan kartu kredit anda.

Demikianlah sederet kesalahan yang sering kali dialami oleh para pemegang kartu kredit. Oleh karena itu berpikirlah matang – matang bagi anda nyang ingin menggunakan kartu kredit. Kesimpulanya adalah, sebelumnya lihatlah kemampuan finansial anda sebelum membuat kartu kredit. Jangan sampai tagihan kartu kredit anda melebihi dari keadaan finansial anda. Karena yang ada itu hanya merepotkan diri anda saja sendiri. Jadi tak salah jika tulisan saya ini berjudulkan “Kartu Kredit = Kartu Setan”.




00.26

PARFUM TERNYATA BERBAHAYA BUAT KESEHATAN

Diposting oleh ejah gi ng-blog

Tidak banyak yang tahu kalau aroma parfume ternyata lebih berbahaya dari asap rokok. Terdapat 500 lebih bahan kimia terdapat dalam parfum dan itu bisa meracuni tubuh.
Saat ini, sejumah kantor, klub kesehatan, studio yoga, dan tempat umum membuat peraturan harus bebas wewangian. Tidak hanya asap roko, ternyata tempat – tempat ini juga melarang orang yang masuk memakai parfum dan wewangian lainnya. Pasalnya, dari hasil penelitian parfum pun dapat menciptakan polusi udara, atau populer dikenal sebagai “polusi parfum”.
Dari hasil penelitian tersebut, tidak sedikit orang yang menderita asma, gangguan pernapasan lainnya, penyakit lingkungan, atau kelelahan berlebihan yang disebabkan terpapar wewangian parfum yang di udara meski telah lama disemprotkan.
Riset menurut ahli gizi holistik dan naturopati, Michelle Schoffro Cook memaparkan terdapat 500 lebih bahan kimia berbahaya yang menjadi bahan dasar pembuatan wewangian di parfum. Kebanyakan berasal dari bahan kimia sintetis yang diperoleh dari bahan petrokimia, dan telah terbukti mengandung neurotoxin, racun yang bisa merusak pembuluh darah atau syuaraf otak. Dan terdapat juga kandungan karsinogen, bahan yang dianggap sebagai penyebab kanker.
Penelitian ini amat mengejutkan. Bagaimana tidak? Hampir semua wanita, bahkan pria mengenakan parfum. Siapa sangka, banyak bahan kimia yang terkandung dalam parfum atau wewangian lain yang tak kalah berbahaya dibandingkan bahaya asap rokok.
Jika anda bisa mencium aroma parfum, itu karena bahan molekul sintetis yang beracun dari parfum masuk lewat saluran pernapasan, yang angsung memberikan jalan menuju otak. Yang juga berbahaya, meskipun tidak mencium aromanya, anda tetap menghirup bahan kimia dari paparan parfum.


Otak dan sejumlah organ tubuh paling vital (lever, jantung) bisa terganggu akibat aroma parfum ini. Sebenarnya, otak dilindungi oleh mekanisme yang tak bisa ditembus zat berbahay. Sayangnya, hal ini tidak sepenuhnya bisa melindungi otak. Penelitian baru – baru ini menunjukkan sistem ini dapat membiarkan sejumlah racun lingkungan, termasuk yang terkandung dalam parfum yang dapat masuk ke otak. Jikia sudah masuk ke otak, bebrapa racun, baru bisa dihilangkan dalam waktu lama dan dengan pengobatan intensif. Kerusakan otak bisa berupa peradangan dan munculnya plak otak. Keduanya merupakan gangguan paling berbahaya pada otak.
Beberapa bahan kimia yang bisa terkandung dalam parfum anatara lain ethanol, benzaldehyde, benzyl acetate, a-pinene, acetone, benzyl alcohol, ethyl acetate, linalool, a-terpiene, methylene chloride, a-terpineol, camphor, dan limonene. Memang sebagian dari bahan ini memang tak berbahaya bagi tubuh. Tapi, sebagian lagi bisa menyebabkan otot tubuh tegang, lebih mudah marah, asma, sakit persendian, kelelahan, tenggorokan gatal, sakit kepala, batuk dan iritasi kulit.
Jadi aroma parfum atau wewangian tubuh lainnya yang dianggap bisa membuat pemakainya lebih atraktif, ternyata juga bisa menganggu kesehatan. Setidaknya, untuk menyeimbangkan racun yang masuk ke dalam tubuh, sebaiknya anda lindungi tubuh dengan asupan makanan yang mengandung antioksidan tinggi, seperti buah – buahan dan sayuran.

sumber : www.indowebster.com

23.43

The Drug Dictionary

Diposting oleh ejah gi ng-blog

The Drug Dictionary

Lo2 semua pasti dah pada tau dong yang namanya drug..?

Tapi mungkin diantara lo semua ada yang belum tau apa aja c yang termasuk dalam golongan drug..?

Baru aja gw baca majalah remaja yang mengulas tentang apa aja si yang termasuk dalam golongan DRUG, sekedar bwt info aja bwt Xan semua yang baca blog gw.....

Alkohol

Bentuk : bir, wine, liqour, dan minuman keras lainnya.

Efek : mengurangi aktifitas otak dan sistem syaraf, tubuh terasa santai, menyebabkan respon tu buh yang melambat, kalau dikonsumsi berlebihan bisa membuat seseorang merasa nyaman dan gampang bersosialisasi.

AWAS! : bisa menyebabkan kecanduan, kerusakan hati dan otak, hilangnya daya ingat, jantung dan darah jadi tidak stabil, kanker hati dan usus, hingga keracunan alkohol yang menyebabkan kematian.

Ecstasy

Alias : E, XTC, Inex

Bentuk : pil

Efek : setelah 20 – 60 menit pengguna merasa seakan akan tubuhnya melayang, diiringi mulut terasa kering, rahang terasa kaku, dan jantung berdetak lebih kencang. Kemudian muncul perasaan rasa super percaya diri, rileks, dan merasa pengguna seakan akan merasa sangat hebat.

AWAS! : di antaranya kerusakan otak, gangguan daya ingat, kerusakan jantung dan hati, sampai depresi. Pengguna ecstasy meski baru pertama kali juga bisa menyebabkan kematian yang disebabkan pengguna mengalami dehidrasi dan minumair sangat banyak dalam waktu singkat, menyebabkan otak kelebihan cairan.

Ganja

Alias : cimeng, marijuana, cannabis, baks, pot

Bentuk : serbuk daun kering, biasanya digunakan dalam bentuk lintingan.

Efek : mengubah mood dan mempengaruhi sistem susunan syaraf dengan memperlambat kerja otak serta menimbulkan halusinasi.

AWAS! : pengguna ganja beresiko akan mengidap penyakit bronkitis, kanker paru-paru, gangguan daya ingat, gangguan menstruasi, sampai merusak sistem kekebalan tubuh. FYI, ganja memiliki dampak dua kali lebih berat daripada tar yang dikandung dalam rokok sehingga pengguna ganja juga rentan terhadap masalah gangguan pernapasan.

Heroin

Alias : putauw

Bentuk : bubuk putih mirip bedak bayi

Efek : menimbulkan euforia (rasa senang yang berlebihan) dan menghilangkan rasa sakit.

AWAS! : kesulitan bernapas, pembuluh darah pecah, tetanus, mentruasi tidak teratur, sampai sembelit. Pengguna heroin yang udah kecanduanakan terus meningkatkan dosis pemakaiannya sehingga menyebabkan overdosis. Pengguna melalui alat suntik yang dipakai bareng-bareng beresiko menularkan virus HIV/AIDS dan hepatitis.

Inhalansia

Bentuk : lem, bensin, thinner cat, aseton, cat semprot

Efek : memperlambat sistem syaraf dan daya konsentrasi, menimbulkan euforia dan halusinasi.

AWAS! : kecanduan, kerusakan pendengaran, hati dan ginjal, kadar oksigen di dalam darah habis, sampai kehilangan fungsi anggota tubuh, seperti berjalan atau berbicara dan juga bisa menyebabkan penggunanya mati lemas atau mati mendadak.

Ketamine

Alias : special K, super K, vitamin K

Bentuk : tablet, bubuk putih, cairan

Efek : halusinasi dan menghilangkan rasa sakit. Pengguna merasa seakan-akan tubuh dan pikirannya melayang.

AWAS! : ketergantungan dari segi psikologis, (karena efek menenangkan yang dihasilkannya), gangguan pernapasan dan jantung, dan bisa menyebabkan pingsan.

Kokain

Alias : snoe, coke

Bentuk : bubuk kristal putih

Efek : euforia, merasa stamina bertambah, dan lebih percaya diri. Tapi efek ini Cuma dirasakan sebentar, sekitar 20 menit. Begitu efeknya habis, pengguna bisa merasa capek atau depresi.

AWAS! : ketergantungan, penurunan nafsu makan, sampai kematian yang disebabkan keracunan akibat dosis tinggi.

LSD (Lysergic Acid Diethylamide)

Alias : acid, lucy

Bentuk : mirip lembaran kertas berbentuk kotak-kotak kecil

Efek : biasanya pengguna akan mengalami halusinasi sekitar 20 menit setelah penggunaan. Masa “tripping” ini akan berlangsung selama kurang lebih 12 jam! Efek yang bakal dialami pengguna berupa haalusinasi, objek yang dilihat jadi bergelombang dan berwarna-warni, peningkatan mood sampai mengalami percepatan atau pelambataan waktu dan gerakan.

AWAS! : belum ada bukti ilmiah kalau LSD bisa menyebabkan ketagihan, tetapi sensasi “tripping” yang dialami seseorang menakutkan dan membuat si pengguna merasa sangat takut. LSD bisa sangat berbahayakalau digunakan oleh seseorang yang memiliki gangguan mental, karena bisa bikin bertambah parah.

Mushrooms

Alias : shrooms, magics

Bentuk : jamur kecil-kecil berwarna gelap, bisa dimakan langsung atau dikeringkan terlebih dulu.

Efek : efeknya hampir mirip dengan LSD sekitar 20-60 menit setelah dikunyah dan ditelan, pengguna akan bisa merasakan efek khusus yang ditimbulkan mushrooms, seperti distorsi visual (benda mati terlihat bergerak-gerak dengan pola garis-garis atau geometris), bawaanya pengen ketawa terus, sensitif, hingga mengalami halusinasi pendengaran. Bahkan meski mata dalam keadaan tertutup, tapi pengguna serasa melihat aneka visual, dan susah fokus.

AWAS! : meski efek mushrooms terkesan menyenangkan, tapi mushrooms memiliki efek yang merugikan, karena bisa menyebabkan paranoid. Bahkan bisa juga menimbulkan rasa mual dan lelah. Buat mereka yang memiliki gangguan kesehatan, menggunakan mushrooms bisa semakin memperparah kondisi kesehatan.

Opiad

Alias : opium, opioud

Bentuk : heroin, morfin, demarol, methadon

Efek : kalau sudah kecanduan, pengguna bisa mengalami cadel saat berbicara, mengantuk dan juga menggangu daya ingat

AWAS! : setelah penggunaan jangka panjang, pengguna bisa mengalami kerusakan liver dan ginjal, resiko tertular virus HIV dan hepatitis, bahkan kematian akibat overdosis.

Shabu – Shabu

Alias : ubas, ice

Bentuk : bubuk kristal kecil putih

Efek : pengguna shabu-shabu akan mengalami halusinasi. Bahkan pengguna juga kuat tidak makan dan tidak tidur selama erhari – hari.

AWAS! : nafsu makan berkurang, paranoid, atau sensitif, merusak otak dan syaraf pengatur pernapasan, tekanan darah meningkat, gangguan detak jantung sampai pendarahan otak

sumber : GF magazine